Tuhan serta ilmu sosial lainnya.
Kehidupan sehari-hari mereka hanya dengan berburu entah itu yang diburu halal atau haram, senang berfoya-foya serta berperilaku tidak berkeprimanusiaan, tanpa aturan.
Beberapa tahun kemudian, muncullah seorang kiyai yang tersesat di daerah tersebut, entah malaikat atau utusan Allah swt. untuk mengemban suatu misi, yang ternyata khusus di daerah tersebut.
Awalnya saat pertama kali masuk ke daerah tersebut sang Kiyai kaget dan heran melihat kondisi dan keadaan yang sedang dialami daerah tersebut, pintu hati sang kiyai diketuk oleh suatu niat yang sangat mulia. Sang kiyai berniat untuk membimbing penduduk tersebut ke jalan yang lebih benar.
Dengan tekad yang besar tersebut beliau terus berusaha sekuat tenaga dan kemampuannya untuk membimbing para penduduk ke jalan yang benar.
Tapi keadaan dan kenyataan tak sesuai dengan harapan kiyai. Para penduduk membantah keras ajaran dan bimbingan sang kiyai, karena mereka menganggap bimbingannya hanya merusak kebahagiaan mereka saja yang sudah ada sejak nenek moyang mereka.
Akhirnya semakin lama masyarakat semakin benci kepada kiyai dan sering berbuat dzolim padanya. Ancaman mereka akan membunuh kiyai kalau sang kiyai tidak mau beranjak meninggalkan daerah tersebut. Tapi sang kiyai tidak merasa takut ataupun gentar, beliau masih meneruskan dakwahnya di tempat itu.
Disaat dinginnya malam, ketika orang lain tertidur lelap sang kiyai masih duduk bersila diatas sajadah sambil berdo'a dan berdzikir sambil memutar butiran-butiran tasbih, datanglah gerombolan serentak menyergap dan membawa kiyai ke suatu tempat yang agak jauh dari daerah tersebut. Mereka hendak menahan kiyai, mengucilkannya dari khalayak ramai sehingga tidak mengganggu aktivitas sesat mereka.
Walaupun beliau dikurung dan dibujuk untuk meninggalkan daerah tersebut, beliau tetap tegar pada pendirian pertama untuk berdakwah di daerah tersebut.
Akhirnya kemarahan masyarakat sampai pada puncaknya, sang kiyai diikat, kaki dan tangannya, kemudian beliau di buang ke laut.
Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, daerah tersebut semakin biadab semua masyarakat yang ada selalu ditimpa kemalangan dan musibah tanah gersang, tanam-tanaman mati, dimana-dimana terjadi perkelahian, judi-judian, mabuk-mabukan dan lain sebagainya. Penyesalan tinggallah penyesalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar